Hi folks! Lama tak menulis blog. Agak sibuk soalnya *gayaaa, sibuk tidur di rumah doang padahal*.
Jadii, kira-kira hari Minggu kemaren, gw mendapat tawaran job baru. Jadi MC. Di acara halal bi halal keluarga besar bokap. Lumayan lah, diversifikasi jalur karir, setelah ekonom (yang roman2nya gagal), detektif (yang dengan menakjubkannya gw lumayan berbakat - bakat stalker, hahaha), tukang serpis dvd player (dengan pembuktian sukses memperbaiki dipidi player milik sendiri), pembantu (tak perlu dijelaskan), nanny (tak perlu dijelaskan), dan guru les (ya gitu lah). Kebetulan pas jadi MC kemaren, request dari klien (yang btw adalah bokap gw), ngemsinya bilingual (Indonesia-Inggris). Tadinya dengan jumawanya gw nawarin untuk trilingual (Indonesia-Inggris-Mandarin), tapi klien nampaknya sadar kalo kemampuan bahasa Mandarin saya hanya sebatas ni hao dan ni jia you ji kou ren.
Nah, kenapa ngemsinya harus bilingual? Nah, sekaranglah saatnya mengaitkan isi post ini dengan judulnya. Pas halal bi halal kemarin, kebetulan ada sodara gw yang dateng dari Belanda, dua orang, yang satu sama pacarnya jadi total ada tiga londo. Menurut silsilah (yang super ribet dan gw gak pernah hafal), sebenernya mereka itu keponakan gw. Tapi secara super gak logis ada londo 25 tahun dan 28 tahun manggil gw 'Tante', maka gw mengatakan pada mereka untuk memanggil gw Tita saja. Which reminds me, gw sangaaatt suka bunyi nama gw saat disebut oleh orang bule, ada sensasi berbeda gitu dari logat bulenya, hahahaha.
Sooo, meet my nephews-slash-cousins: Rik and Florian (Flo)!
It was so much fun meeting them, meskipun technically gw cuma ketemu mereka sehari itu aja, karena pas yang pertama ketemu Rik gw gak ikut karena lagi kuliah apa les gitu gw lupa (Flo sama Anne itu nyusul belakangan, jadi keluarga gw udah ketemu Rik lebih dulu). Nah, pengalaman yang patut dicatat saat ketemu mereka adalah:
1. Cowo bule yaaaa, manner-nya yaaaa, bikin MELTING yaaaaaa! *mure*
Iyaa, jadi pas mau pulang dari tempat acaranya itu, kan Flo dikasih oleh-oleh banyak abis buat keluarganya di Belanda, yang mana dia jadi rada rempong bawanya. Tapi teuteup loooh dia gak minta tolong pacarnya buat bawain tas-tas yang sejibun itu, padahal dia udah bawa tas kamera yang mayan berat dan ribet. Co cwiiitt *plak*.
Terus yaaaa, masalah bukain pintu itu yaaaaa, aw aw awwwwww. *mure banget gw. see, that's how you get stuck in THAT problem, don't you realize that silly? #menampardirisendiri*
2. Jadi semangat mendapat beasiswa ke Belanda atau Norway (geblek dah urutannya ngaco, hahaha) *SUPER NGAREP*
Kenapa? Karena, pas gw mau pulang, si Flo sama Anne bilang "come visit us in Holland" dan gw bilang *sambil cengengesan kuda pastinya!* "I'll try to. I'm hoping to get a scholarship to Holland *padahal kemana pun juga bollleeee, hahahaha*" dan mereka bilang "aaah, we're hoping for you!". Amin dah amiin amiin amiin.
terus hubungannya apa?
Karena, misalnya ntar gw dapet beasiswa ke Norway atau Belanda atau Yunani (intinya manapun di Eropa), I'll have someone to visit on weekend or during holiday, so I won't be so lonely. Hahahahaha. Oke, ini ngaco kok, tak usah dipikirkan *ya siapa juga yang mau mikirin*.
3. Feel the Jakarta experienxe: traffic jam, water water everywhere *kayak judul case study bab di buku Parkin*, crazy driver syndrome
Perlukah dijelaskan? hahahaha. Tapi masalah experience kedua, ada dialog menarik antara gw dan Flo:
*mobil melewati perempatan Pondok Indah-Lebak Bulus (ya go figure lah itu dimana)*
Flo: *melihat ke arah genangan air yang biasa ada di puteran yang mengarah ke cilandak (again, go figure)* Does it always flooding like this everytime it rains?
Gw: yes.
Flo: where will the water go? to the river, lake, or something?
Gw: *mikir. lama.* the water will stay there, it will be gone... eventually. *nyengir bajing*
Flo: *rada2 bengong pas gw bilang eventually*
ckckckck, memang sulit ya kalo biasanya di negara teratur, dateng ke negara amburadul. hahahahaha.



0 comments:
Post a Comment